logo

PDIP Tidak Wacanakan Pembekuan KPK

 PDIP Tidak Wacanakan Pembekuan KPK

Foto : Istimewa
Partai memberikan teguran kepada yang bersangkutan agar berhati-hati, serta mengedepankan kemampuannya dalam berdisiplin sebagai kader partai

SURABAYA (Suara Kareya): DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan tidak mewacanakan pembekuan maupun pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebaliknya partai ini memastikan sudah menegur kadernya yang mewacanakan pembekuan lembaga anti rasuah tersebut.

Menurut Sekjen PDIP, Hasto Kristianto, apa yang dikatakan kadernya Henry Yosodiningrat yang dipercaya sebagai Anggota Pansus Hak Angket KPK itu, merupakan sikap individual. "Partai memberikan teguran kepada yang bersangkutan agar berhati-hati, serta mengedepankan kemampuannya dalam berdisiplin sebagai kader partai," ujarnya di Surabaya, Senin (11/9).

Pihaknya juga sudah meminta kader tersebut untuk disiplin dalam berpikir, disiplin dalam bertindak, dan disiplin dalam berbicara. Sampai saat ini, partainya mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK dengan proses check and balances.

Sebelumnya, Henry Yosodiningrat meminta agar KPK dibekukan sementara dengan pertimbangan temuan-temuan yang sudah didapat pansus angket. Dia meminta pemerintah mau menerima rekomendasi yang diberikan pansus angket KPK, termasuk bila ada rekomendasi soal pembekuan sementara KPK.

Dalam pandangannya, dari hasil penyelidikan panitia angket ada banyak hal di tubuh KPK perlu dibenahi. Dan pembenahan ini membutuhkan waktu cukup lama, sehingga selama KPK itu dibekukan, wewenang pemberantasan korupsi bisa diserahkan kembali kepada Kepolisian dan Kejaksaan Agung.

Pernyataan kader itu menuai protes dari berbagai kalangan. Bahkan Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa KPK merupakan institusi yang dipercaya masyarakat untuk melakukan pemberantasan korupsi itu, perlu mendapatkan dukungan agar menjadi kuat dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Menurut Hasto, pernyataan Henry Yosodiningrat itu tidak mewakili semangat partai yang mendukung proses pemberantasan korupsi. Dia mengingatkan bahwa terbentuknya Pansus hak angket KPK itu dalam rangka memberikan pengawasan kepada badan anti rasuah tersebut agar lebih meningkatkan profesionalisme dan tidak terlibat dengan kepentingan politik apapun.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -