logo

500 Ulama Duduk Bersama Bahas Ancaman Radikalisme dan Terorisme

500 Ulama Duduk Bersama Bahas Ancaman Radikalisme dan Terorisme

Sepanjang 2017, Indonesia banyak dihadapkan ancaman radikalisme dan terorisme yang mengusk rasa kebhinekaan

JAKARTA (Suara Karya): Rumah Kamnas adalah organisasi  yang concern terhadap isu-isu  di bidang Keamanan Nasional. Rumah Kamnas didirikan pada 1 September 2016 oleh alumni Sekolah Kamnas yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Keamanan Nasional ( Puskamnas ) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Organisasi ini memiliki Visi ‘Mewujudkan Masyarakat berbudaya Keamanan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945’.

Sepanjan tahun 2017 Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan atau ancaman berupa radikalisme dan terorisme yg mengusik rasa kebhinekaan kita dan menggangu stabilitas keamanan nasional guna mewujudkan nawa cita Presiden Jokowi.

Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman nyata yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian finansial. Lebih dari itu, di era milineal kaum radikalisme dan terorisme telah memanfaatkan media sosial membangun opini atau narasi untuk mobilisasi dukungan dan pembenaran. Bahkan, masyarakat tidak bisa bedakan mana berita hoaks dan fakta.

Dengan eskalasi ancaman radikalisme dan terorisme yg semakin kuat di masyarakat. Hal ini membutuhkan perhatian segenap komponen bangsa, aparat kepolisian atau pemerintah termasuk masyarakat sipil.

Oleh karena itu, Rumah Kamnas sebagai bagian dari komponen masyarakat sipil merasa terpanggil untuk mengajak semua pihak  bergerak secara bersama-sama memikirkan pola terbaik mengatasi isu radikalisme dan terorisme.  Terkait hal itu perlunya menggali pandangan Ulama, Umaro’ dan Tokoh Masyarakat. 

Terkait hal itu, Rumah Kamnas mengundang 500 ulama,  dalam kegiatan “Silaturrahmi dan halaqoh ulama, umaro’ dan tokoh masyarakat yang akan dilaksanakan,di Pondok Pesantren “ Al-Munir “ Kalianget Banyuglugur-Besuki , Kabupaten Situbondo Jawa Timur pada Minggu, tanggal 17 September 2017.

Tema kegiatan  : “ Merumuskan Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia tentang Bahaya Radikalisme dan Terorisme di Indonesia “ .

Pilihan Pondok Pesantren “ Al-Munir “ sebagai tuan  rumah / sohibul hajat karena Pengasuhnya DR. KH. Achmad Abu Naim Mu’iz sangat peduli terhadap masalah-masalah kebangsaan terutama terkait dengan issu Radikalisme dan Terorisme, atas pandangan dan kepedulian inilah Rumah Kamnas bekerjasama dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Kegiatan ini diharapkan akan dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dan Kapolri Bapak Jenderal  Tito Karnavian sebagai Keynote Speaker.

Sejumlah tokoh diundang sebagai pembicara dalam pertemuan ini antara lain Menteri Agama  ( DR. H. Lukman Hakim Saifuddin), Menteri Sosial RI (Hj. Khofifah Indar Parawansa), Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (Prof. Dr. Mahfud, MD ), Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia (Dr. (can) Usman Hamid, SH. M.Phil.), Direktur Eksekutif Imparsial (Al Araf, SH. MA.), Pakar Keamanan Nasional  (Dr. Kusnanto Anggoro)

B Sadono Priyo
Wartawan Suara Karya sejak 1997
Editor :