logo

Kemenpar Ingin Rawa Pening Jadi Tandem Borobudur

Kemenpar Ingin Rawa Pening Jadi Tandem Borobudur

Rawa Pening bakal mendunia
Sekarang mungkin masih biasa-biasa saja. Tapi tengoklah 2 hingga 3 tahun ke depan, Rawa Pening pasti mendunia.

SEMARANG (Suara Karya): Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri, Dadang Rizki Ratman, bertekad menjadikan kawasan wisata danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai tandem (pendukung) obyek wisata candi Borobudur di Kabupaten Magelang.

Diakuinya, danau seluas 2.700 hektare ini berpotensi menjadi destinasi wisata dunia. "Tapi untuk menuju destinasi wisata kelas dunia, Rawa Pening harus menyediakan infrastruktur berstandar global," kata Dadang saat menghadiri peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi Sido Muncul di Bukit Cinta Brawijaya, Banyubiru, Kabupaten Semarang, akhir pekan kemarin.

Karena itu diperlukan strategi 3A, yakni atraksi, akses dan amenitas. Artinya, apa atraksi berkelas dunia yang bisa ditampilkan, bagaimana akses dan kemudahaannya serta fasilitas kelas dunia apa yang tersedia. Dadang mencontohkan, banyak danau di sejumlah negara yang meski cakupan areanya tidak luas, namun mampu menjadi wisata kelas dunia.

Hal itu lantaran danau-danau di berbagai negara tadi memiliki keindahan, kebersihan, keteraturan serta atraksi yang mampu menggaet minat wisatawan. Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), Hilman Nugroho, menjelaskan, penanganan lingkungan Danau Rawa Pening cukup kompleks.

Penangangan danau di segitiga Semarang-Solo-Magelang ini perlu dilakukan secara komperehensif dari hulu hingga hilir. Sebab, permasalahan yang terjadi di Rawa Pening tak hanya disebabkan perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar danau alam ini. Namun juga masyarakat yang tinggal di kawasan hulu sungai yang airnya bermuara ke danau Rawa Pening.

Hilman mengakui, kementeriannya telah menyelesaikan reboisasi 400 hektare lahan di kawasan hulu dan membuat bendungan pengendali sedimentasi. Untuk mendukung pengembangan pariwisata, ia mengatakan Kementrian LHK juga siap membantu pengadaan bibit tanaman produktif buah-buahan kepada masyarakat di kawasan hulu.

"Kami siap mewujudkan 'one village one product' atau desa sentra produksi aneka buah-buahan di wilayah hulu. Kami beri warga bibit durian montong serta jambu khas Semarang," ujar Hilman.

Disisi lain, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, meyakini danau Rawa Pening dalam 2 hingga 3 tahun ke depan bakal menjadi "emas" karena makin banyak dikenal masyarakat luas. "Sekarang mungkin masih biasa-biasa saja. Tapi tengoklah 2 hingga 3 tahun ke depan, Rawa Pening pasti mendunia," tuturnya.

Iklan terbaru Kuku Bima Energi yang dibintangi Ade Rai dengan mengambil lokasi syuting di Danau Rawa Pening dengan pesan mengajak masyarakat untuk membersihkan danau seluas 2.700 hektare tersebut dari gulma eceng gondok, diyakini Irwan bakal menarik minat wisatawan untuk berbondong-bondong kesana.***

Pudyo Saptono
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -