logo

Pariwisata Indonesia Bisa Jadi Juara Dunia

Pariwisata Indonesia Bisa Jadi Juara Dunia

Wikipedia
Potensi pariwisata Indonesia memang di akui dunia. Alam dan budaya Indonesia memang berkelas, bisa menjadi potensi nomor 1 dunia.

JAKARTA (Suara Karya): Kekayaan alam dan budaya Indonesia memang tak ada duanya sebagai destinasi wisata dunia. Sejumlah predikat pun telah dirah. Namun itu, belum cukup untuk menjadi yang terbaik di dunia, walau potensinya ada.

Dalam CNN Travel Best Diving Spot in Asia, Indonesia mendominasi 4 destinasi wisata terbaik. Destinasi-destinasinya adalah Derawan, Raja Ampat, Pulau Komodo dan Tulamben. Sedangkan Lonely Planet memasukkan Raja Ampat sebagai salah satu dari 10 destinasi diving terbaik di Asia.

Bahkan, Komodo juga dinobatkan sebagai '100 Best Destinations around the world in four seasons' versi majalah National Geographic di awal bulan Juli 2017.

Capaian itu membuat Menteri Pariwista Arief Yahya merasa bangga. Sebab penghargaan itu diberikan oleh pihak yang kredibel. Itu menunjukkan, alam dan budaya Indonesia memang berkelas.

"Kalau dibandingkan dengan nominator atau jawara lain yang sama-sama masuk di 10 besar dunia untuk wisata bahari, kami yakin ada ratusan spot marine tourism kita yang jauh lebih hebat, lebih eksotik namun belum banyak diekspos," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, melalui rilis Sabtu (22/7).

"Ada Wakatobi Sultra dengan empat pulaunya, Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, yang keren-keren. Ada Morotai Maltara, tempat wrekship bekas-bekas bangkai kapal perang, dan pantai pasir putihnya yang eksotis. Ada Karimunjawa di Jepara, ada Gili-gili di Lombok dan Sumbawa, ada Takabonerate di Sulsel, ada Togean, Bunaken, Selat Bitung, Bintan, Anambas, Mandeh dan lain-lain," tambahnya.

Indonesia memang diberkahi kekayaan alam yang luar biasa indah. Baik itu dari bawah laut hingga puncak gunung. Namun, itu saja tak cukup agar pariwisata Indonesia menjadi juara dunia.

"Kalau dari segi atraksi, boleh diadu. Kita tinggal perbaiki akses dan amenitasnya, tetap menggunakan konsep 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas). Kalau 3A-nya ready, maka kami yakin kita memang layak juara dunia!" ujar Arief.

Untuk akses, Arief mengaku bahwa Kementerian Pariwisata tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu, sinergi antara Kementerian Perhubungan dan maskapai-maskapai penerbangan perlu digalakkan. Sedangkan amenitas, stake holder dan industri pariwisata harus dimudahkan birokrasinya.

"Tapi, apapun kemenangan demi kemenangan itu memperkuat 3C kita. Secara internal menguatkan Confidence (kepercayaan diri). Secara eksternal semakin Credibel, terpercaya, meyakinkan dan diakui dunia. Secara teknis, Calibration, pas dengan standar dan kriteria penilaian global," ujarnya. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :