logo

Menperin Tawari Korsel Investasi e-Commerce di Indonesia

Menperin Tawari Korsel Investasi e-Commerce di Indonesia

Foto: Biro humas Kemenperin
Memahami keunggulan Korsel di bidang inovasi teknologi, Indonesia mengajak para investor Korsel untuk masuk ke sektor e-commerce.
06 Juli 2017 07:33 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengajak investor asal Korea Selatan meramaikan bisnis e-commerce di Indonesia, dalam rangka memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia.

“Kami telah meluncurkan program e-smart IKM. Langkah ini sekaligus menghadapi era Industri 4.0,” kata Airlangga melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (5/7).

Airlangga menyampaikan hal tersebut ketika menjadi pembicara pada The 8th Asian Leadership Conference dengan tema Invest in Indonesia: Nation of Abundant Natural and Human Resources di Seoul, Korea Selatan, bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T Lembong serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Triawan Munaf.

Airlangga memaparkan, pihaknya telah menyiapkan 4 langkah strategis agar Indonesia siap mengimplementasikan teknologi dan inovasi yang mendukung revolusi industri 4.0.

“Pertama, pengembangan human resources lewat vocational school. Kedua, pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui e-Smart IKM,” sebutnya.

Kemudian, ketiga, penggunaan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Keempat, inovasi teknologi melalui pengembangan startup dengan memfasilitasi tempat inkubasi bisnis.

“Kami menyadari kekuatan ekonomi Korea Selatan ada pada inovasi. Kami juga sebentar lagi punya apple innovation center dan beberapa perusahaan juga tertarik untuk membangun pusat inovasinya,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, investor asal Korsel Lotte ingin mengubah tujuan utama pasar ekspornya, tidak lagi ke China karena persaingan dengan produk domestiknya cukup tinggi, tetapi ke Indonesia yang dipandang potensial.

“Kami juga telah mengusulkan agar perusahaan kosmetika Korea Selatan bisa ekspansi ke Indonesia, misal untuk proses packaging,” ujarnya.

Bahkan, Lotte berminat untuk berbisnis di sektor keuangan.

“Hal ini bisa dilakukan melalui approval dari financial authority. Paling mudah lewat multi finance. Kami pun menawarkan mereka untuk ambil peluang di startup bila ingin membangun financial company, seperti yang dilakukan perusahaan Jepang, misalnya Softbank,” paparnya. ***