logo

170 Ribu Personil Diturunkan dalam Operasi Ramadniya

170 Ribu Personil Diturunkan dalam Operasi Ramadniya

"Polri wajib menjaga stabilitas harga pangan, supaya tidak terjadi lonjakan harga," kata Jenderal Pol Tito Karnavian

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 170 ribu personil gabungan diturunkan dalam  Operasi Ramadniya jelang Hari Raya Idul Fitri 2017, Senin (19/6). 

Mereka ditempatkan di titik titik rawan keamanan,  rawan kemacetan, dan tempat-tempat strategis yang membutuhkan pengamanan . 

Tito meminta semua personel menjaga fisik mengingat hajat  tahunan ini cukup menguras tenaga dan pikiran. "Kita harus menyiapkan fisik prima dan siap melayani dengan tulus masyarakat. Personil di lapangan juga harus antisipasi kejahatan konvensional,  terorisme, stabilitas harga pangan, serta arus mudik  dan arus balik," kata Tito Karnavian , selaku Inspektur Upacara Gelar Operasi Ramadniya 2017. 

Operasi Ramadniya, kata Kapolri, merupakan operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan hari raya sekaligus mengantisipasi di bulan Ramadhan. Operasi  merupakan bentuk  konsolidasi formal bersama sejumlah stakeholder, seperti TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan lain.

Kapolri juga  menyampaikan 3 pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertama, jajaran Polri  membantu dalam melakukan stabilitas harga pangan selama Ramadan dan Lebaran , agar  masyarakat tidak keberatan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran, tidak terjadi  lonjakan stabilitas pangan. 

Kedua,  memberikan keamanan dan kenyamanan yaitu  dapat mengantisipasi kejahatan yang mungkin terjadi kepada masyarakat.

Ketiga,  antisipasi arus mudik dan arus balik, di mana perjalanan  selama mudik harus lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang mengalami kemacetan di Brexit.

Hadir dalam kegiatan apel ini sejumlah pejabat utama Polri di antaranya, Wakapolri Komjen Syafruddin, Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukamto, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabaintelkam Komjen Lutfi Lubihanto, Kakorlantas Irjen Royke Lumowa, Kakor Brimob Irjen Murad Ismail, Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan sejumlah pejabat utama lainnya. Selain itu, hadir juga Menhub Budi Karya Sumadi, Menkes Nila F Moeloek, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Selain anggota kepolisian, apel ini juga diikuti oleh gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP dan sejumlah unsur lainnya. 

B Sadono Priyo
Wartawan Suara Karya sejak 1997
Editor :