logo

Tontowi/Liliyana Selamatkan Muka Indonesia

Tontowi/Liliyana Selamatkan Muka Indonesia

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final, Tontowi/Liliyana berhasil menyelamatkan Indonesia dengan merebut gelar juara.

 

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyalamatkan muka Indonesia di ajang Indonesia Terbuka Super Series Premier 2017 dengan merebut satu gelar. Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tanpil di final, unggulan 6 ini berhasil meraih gelar dengan mengalahkan pasangan China yang menjadi unggulan pertama, Zheng Siwei/Chen Qichen dengan 22 – 20 dan 21 – 15.

Pada laga partai final yang berlangsung di Planery Hall JCC Senayan Jakarta, Minggu (18/6), pasangan Indonesia ini mendapat perlawanan yang cukup ketat di game pertama. Beruntung, Owi/Butet, panggilan pasangan Indonesia ini berhasil merebut game pertama dengan selisih dua poin setelah terjadi duece.

Di game kedua pertempuran kedua pasangan masih cukup ketat di awal-awal permainan. Perburuan angka pun sangat ketat, hingga terjadi angkas sama 10 – 10 hingga mendekati paruh game. Namun satu poin penting dipetik pasangan Owi/Butet untuk rerhat dua menit dengan keunggulan 11 – 10.

Usai rehat dua menit, Owi/Butet terus melaju mendekati tangga juara dengan keunggulan perolehan angka yang cukup signifikan. Hingga akhir pertandingan, pasangan China hanya mampu meraih angka 15.

Bagi Owi/Butet, kemenangan ini adalah penantian selama tujuh tahun . Betapa tidak, sudah lima kali masuk final Indonesia Terbuka baru kali ini dapat diwujudkan menjadi juara.

“Terbukti Istora itu yang angker buat kami. Kalau JCC ternyata tidak. Saya bersyukur dengan keterbatasan saya, dimana lutut saya belum seratus persen pulih, saya masih bisa,” kata Butet usai pertandingan.

“Lawan hari ini tidak mudah, mereka adalah pasangan muda yang sedang on fire dan andalan China. Kami pernah satu kali bertemu dan kalah, kami banyak mempelajari video pertandingan mereka. Puji Tuhan kami bisa menerapkan permainan yang benar, karena poin ketat tetapi kami bisa bermain fokus,” lanjut Butet.

“Gelar ini sangat berarti untuk kami. Kami sudah pernah juara olimpiade, juara dunia, juara All England, tetapi kami belum pernah juara di negeri sendiri,” sela Tontowi.

Raihan gelar ini sekaligus mengakhiri ‘kutukan’ gelar di Indonesia Open. Sejak pertama kali berpartisipasi di Indonesia Open tahun 2011, Tontowi/Liliyana belum pernah menaklukkan ketatnya persaingan di kejuaraan ini. Keduanya tercatat pernah masuk final pada tahun 2011, namun kala itu mereka dikalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China. 

Setahun kemudian, Owi/Butet kembali mencoba peruntungan di laga final. Namun mereka masih belum beruntung dan dihentikan oleh pasangan ganda campuran terbaik Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam. *

 

Hasil lengkap babak final Indonesia Terbuka Super Series Premier 2017:

 

 Ganda Putri

Chen Qingchen/Jia Yifan (5/CHN) vs Chang Ye Na/Lee So Hee (3/KOR) 21-19, 15-21, 21-10

 

Tunggal Putra

Kidambi Srikanth (IND) vs Kazumasa Sakai (JPN) 21-11, 21-19

 

 Tunggal Putri

Sayaka Sato (JPN) vs Sung Ji Hyun (5/KOR) 21-13, 17-21, 21-14

 

Ganda Putra

Li Junhui/Liu Yuchen (3/CHN) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (2/DEN) 21-19, 19-21, 21-18

 

Ganda Campuran

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (6/INA) vs Zheng Siwei/Chen Qingchen (1/CHN) 22-20, 21-15

 

 

Markon Piliang
Wartawan Suara Karya, memulai karier jurnalistik sejak 1989. Lulus uji kompetensi PWI. Email : markpiliang@yahoo.com
Editor :