logo

China Protes Keras Setelah 31 Warganya Ditangkap Di Zambia

China Protes Keras Setelah 31 Warganya Ditangkap Di Zambia

Komunitas China yang sedang tumbuh di Zambia terusik. Sebanyak 31 warga negara China ditangkap akhir pekan lalu dengan tuduhan melakukan praktik penambangan ilegal.

LUSAKA (Suara Karya): Tentu saja insiden itu mendapat protes keras dari pemerintah China di Beijing. China telah melancarkan protes kepada Zambia setelah 31 warga negaranya ditangkap akhir pekan lalu karena dituduh melakukan praktik penambangan ilegal.

Menurut laporan bbc.com, Seorang pejabat senior kementerian luar negeri China mengatakan bahwa pemerintah Zambia telah gagal memberikan bukti kuat. Mereka yang ditangkap dituduh, antara lain, menjalankan pabrik peleburan tanpa izin dan mempekerjakan anak-anak.

Lin Songtian, direktur jendral China untuk urusan Afrika, mengatakan bahwa pihaknya  mendukung tindakan untuk menangani penambangan liar, Namun dalam kasus ini, bukti belum diberikan.

Dia juga mengeluhkan bahwa di antara mereka yang ditangkap adalah seorang wanita hamil dan dua lainnya menderita malaria.

China telah banyak berinvestasi di pertambangan tembaga Zambia dan sektor lainnya.
Negara ini juga merupakan rumah bagi komunitas Tionghoa yang sedang tumbuh.

Penangkapan tersebut terjadi di sebuah operasi polisi gabungan dan imigrasi di kota Chingola, 400km (250 mil) utara ibukota, Lusaka.

"Kami di sini untuk mengakhiri kejahatan ini Penanam modal asing yang datang ke negara ini harus bekerja dalam batas-batas hukum, mereka yang melanggar hukum akan dilucuti,"  kata Menteri Dalam Negeri Zambia Stephen Kampyongo.

Ada beberapa ketegangan antara orang China dan Zambia di masa lalu.

Pada tahun 2010, dua manajer China dituduh melakukan percobaan pembunuhan setelah menembaki para penambang saat terjadi perselisihan upah.

Dua tahun kemudian, penambang Zambia membunuh seorang manajer China saat terjadi kerusuhan di sebuah tambang batu bara. ***

Gungde Ariwangsa
Wartawan Suara Karya dengan sertifikat UKW Wartawan Utama. HP: 082110068127. E-mail: [email protected]
Editor :