logo

Kemenperin Fokus Kembangkan e-Smart IKM di Indonesia

Kemenperin Fokus Kembangkan e-Smart IKM di Indonesia

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih. (Foto: skid/laksito)
Kemenperin terus melakukan sosialisasi penerapan e-Smart IKM hingga ke kabupaten dan kota di Indonesia.
04 Mei 2017 15:57 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

MANADO (Suara Karya): Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus fokus mengembangkan program e-Smart industri kecil menengah (IKM) hingga ke kabupaten dan kota di Indonesia.

"Program e-Smart, sudah menjadi tuntutan zaman. Jika tidak dikembangkan dari sekarang IKM di Indonesia akan ketinggalan dan mungkin menjadi tamu di rumah sendiri dalam menghadapi persaingan bebas saat ini," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam Rakornas IKM di Manado, Kamis (4/5).

Program ini, katanya, akan memanfaatkan platform digital melalui kerja sama dengan perusahaan startup di Indonesia.

"E-Smart IKM perlu dikembangkan agar kita dapat showcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller produk negara lain," jelasnya.

Ia menjelaskan, latar belakang pelaksanaan program e-Smart IKM, di antaranya didasari untuk pengembangan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor IKM, serta perluasan akses pasar dan akses pendanaan.

Kemenperin juga akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.

"Laman mereka akan dijadikan kawasan virtual bagi produk IKM nasional," tuturnya dikutip Antara.

Sasaran sektor IKM yang dikembangkan melalui program e-smart, antara lain IKM kosmetika, logam, kerajinan, fesyen, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furnitur, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, serta elektronika.

"Tentunya usaha ini harus dilakukan bersama-sama baik Pusat, Daerah maupun instansi terkait lainnya. Program Pusat dan Daerah (Dekonsentrasi IKM maupun DAK) diupayakan agar sinergi sehingga dapat fokus, jelas lokusnya, jelas prioritas komoditinya sehingga efektif dan efisien dalam pencapaian target yang telah ditentukan," tambahnya.

Khusus Dekonsentrasi IKM, Gati minta agar fokus pada dukungan penumbuhan wirausaha baru, e-Smart IKM serta pengembangan sentra IKM dalam hal ini dengan pemberdayaan TPL IKM.

Selain itu, pihaknya mengharapkan dukungan APBD juga dapat lebih mengarah kepada pembangunan IKM secara holistic dan berkesinambungan.

"Untuk itu, saya menitipkan kepada saudara-saudara sekalian agar semua program pemerintah di bidang Industri, khususnya program pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah, agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Gati juga berharap seluruh peserta mengikuti acara dengan baik dan saya doakan agar semua dalam kondisi sehat sampai acara Rakornas IKM ini selesai.

Rakornas IKM 2018 berlangsung di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sejak tanggal 3-6 Mei 2018, dan diikuti oleh Disperindag di seluruh Indonesia.