logo

Pengamat : Tidak Ada Toleransi Terhadap Kesalahan Maskapai

Pengamat : Tidak Ada Toleransi Terhadap Kesalahan Maskapai

JAKARTA (SK) - Pengamat penerbangan Alvin Lie menekankan kepada pihak maskapai penerbangan untuk lebih siap memberikan pelayanan dan meminimalisir penyimpangan maupun pelanggaran, khususnya di saat terjadinya lonjakan jumlah penumpang pada musim libur, misalnya perayaan Imlek saat ini.

JAKARTA (SK) - Pengamat penerbangan Alvin Lie menekankan kepada pihak maskapai penerbangan untuk lebih siap memberikan pelayanan dan meminimalisir penyimpangan maupun pelanggaran, khususnya di saat terjadinya lonjakan jumlah penumpang pada musim libur seperti perayaan Imlek saat ini.

Saat ini, sejumlah maskapai penerbangan dipastikan menambah penerbangannya (extra flight) untuk beberapa rute pada saat musim liburan. Alvin pun mengatakan, dalam upaya memberikan kenyamanan bagi penumpang tentunya diharapkan tidak ada lagi kesalahan yang terjadi.

"Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan maupun pelanggaran sekecil apapun. Pemeliharaan pesawat, kelaikan awak pesawat harus sepenuhnya mematuhi persyaratan. Semua harus fully comply," ujar Alvin dalam keterangan tertulis yang diterima suarakarya.id di Jakarta, Sabtu (28/1).

Dia menambahkan, pengawasan kelaikan pesawat maupun kru sepanjang tahun. Serta, menyangkut ramp rheck terhadap pesawat dan ketegasan dari pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, penekanan pada disiplin masing-masing maskapai dan ketegasan para Inspektur Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. "Ramp check hanya salah satu cara pengawasan," katanya.

Menurut dia, pihak maskapai harus lebih cermat dalam menentukan rute yang akan mengalami lonjakan penumpang tersebut. "Maskapai harus  memperkirakan rute mana saja yang akan alami lonjakan penumpang secara signifikan dan harus segera ajukan jadwal penerbangan tambahan," katanya.

Alvin juga menilai, rute tradisional yang biasanya mengalami peningkatan lalu lintas atau traffic cukup signifikan saat liburan Tahun Baru Imlek, antara lain Medan, Bangka, Belitung, Pontianak, Semarang, Solo, serta Surabaya. Dengan demikian di Bandara keberangkatan setiap maskapai  juga harus  menambah jumlah counter dan petugas untuk pastikan kelancaran proses check in dan bagasi," ujarnya.

Untuk diketahui, sebagaimana dilansir dalam laman resmi Kementerian Perhubungan, program ramp check merupakan bagian dari fungsi pengawasan (surveillance) dan tugas dari Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara sebagaimana tertuang dalam regulasi keselamatan penerbangan sipil (Civil Aviation Safety Regulation atau CASR), sekaligus persyaratan organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization atau ICAO) yang tertuang dalam Annex 6 dan 8.

Dalam proses ramp check, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan kelaikan pesawat, fisik pesawat (mesin, roda, sayap, kabin, kelengkapan emergensi), serta prosedur dan manual pesawat, dokumen-dokumen pesawat, personil operasi (lisensi pilot, medis pilot, lisensi awak kabin) maupun personil perawatan pesawat (lisensi mekanik).

Saat musim liburan, misalnya perayaan Lebaran, Natal, Tahun Baru maupun Imlek, intensitas dan frekuensi ramp check akan meningkat. Hal ini dikarenakan maskapai penerbangan menawarkan extra flight pada rute tertentu saat waktu tersebut. Ramp check di Indonesia dilaksanakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di sejumlah bandara di kota besar seluruh Indonesia.

Editor :