logo

Balitbangtan Kembangkan Varietas Cabai Amfibi

Balitbangtan Kembangkan Varietas Cabai Amfibi

- Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan varietas cabai yang memiliki ketahanan tinggi dalam segala cuaca.

JAKARTA (SK) - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan varietas cabai yang memiliki ketahanan tinggi dalam segala cuaca.

Tidak hanya cabai, Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir mengatakan  juga telah menghasilkan varietas bawang merah amfibi yang memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca buruk.

"Varietas ini mampu berkembang sama bagusnya baik pada musim kemarau maupun penghujan, sehingga bisa mengatasi kurangnya produksi akibat cuaca buruk," katanya.

Disebutkan, pada saat hujan, hama biotik yang menyerang kedua komoditas tersebut relatif lebih tinggi, sementara varietas ini jauh lebih tahan hama dibanding varietas lainnya. Dengsn denikian diyakini mampu menjaga jumlah produksi cabai dan bawang merah yang selama ini menjadi penyebab inflasi di Tanah Air.

"Itu yang kita rekomendasikan pertama," ujarnya saat ditemui di Gedung Balitbangtan Jakarta, kemarin.

Produktivitas cabai varietas amfibi, menurut Syakir, cukup tinggi yakni mencapi 24 ton per hektare. Meski jika intensitas hujan teramat berat produktivitas hanya sekitar 18 ton per hektare.

Cabai amfibi akan dikembangkan di wilayah Indonesia dengan curah  hujan tinggi, karena tetap mampu berproduksi maksimal. Sementara daerah lain tetap memroduksi cabai biasa.

"Secara nasional nantinya ada supply sepanjang tahun dan harganya bisa stabil," ujar dia.

Varietas amfibi ini dijamin tidak memiliki perbedaan rasa denga cabai biasa yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat. Namun dibutuhkan teknologi untuk mendukung potensi genetik amfibinya agar bisa beradaptasi berupa pengolahan tanah. Petani harus meningkatkan bahan organik tanah dengan penggunaan pupuk organik atau biodekomposer.

Ia menambahkan, semua bibit amfibi merupakan hasil produksi dalam negeri yang dilepas oleh Balitbangtan. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga karena harga cabai maupun bawang merah amfibi ini tidak berbeda dengan cabai dan bawang merah biasa.

Saat ini varietas tersebut sudah ada di Jawa Barat, Sulawesi dan Jawa Timur. Ke depannya, penyebaran cabai dan bawang merah amfibi akan terus diperluas termasuk teknologi perawatan varietas tersebut.

"Yang namanya teknologi kan, memerlukan waktu untuk sosialisasi," lanjut dia.

Mengingat sifat dua komoditas tersebut yang mudah rusak, Syakir menekankan pentingnya kemandirian cabai dan bawang merah secara regional.

Selain itu, ada teknologi penyimpanan yang telah dimiliki Balitbangtan untuk menambah waktu simpan komoditas cabai dan bawang merah.

"Tim Litbang mengembangkan sistem baru hydro dryer yang dapat menyimpan bawang merah utuh dalam waktu 6 bulan," kata dia.

Adapula teknologi lain yaitu pengolahan bawang merah yang disimpan secara vacum, pengolahan menjadi tepung bawang merah, bawang merah dalam bentuk cair, pasta dan lain sebagainya untuk  mengantisipasi perubahan-perubahan selera dari masyarakat. 

 

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya bidang ekonomi dan bisnis. Email: [email protected] Hp 0822 1003 2420
Editor :