logo

Tanpa Dokumen, Produk Pertanian Asal Malaysia Dimusnahkan

Tanpa Dokumen, Produk Pertanian Asal Malaysia Dimusnahkan

Stasiun KarantinaPertanian ( SKP) kelas 1 Entikong melakukan pemusnahan komoditas pertanian yang berusaha dibawa masuk secara olegal ke Indonesia selama akhir tahun 2016.



JAKARTA (SK) - Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Entikong melakukan pemusnahan komoditas pertanian yang berusaha dibawa masuk secara ilegal ke Indonesia selama akhir tahun 2016.

Di antaranya, 532 kg daging kerbau beku, 60 kg tulang sapi, 60 kg babat sapi, 80 kg kulit kerbau kering, 200 kg bawang merah, 70 batang bibit lada, dan 10 batang bibit kelapa.

Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini mengatakan, komoditas pertanian tersebut berasal dari Malaysia namun tidak diserta dengan kelengkapan dokumen persyaratan karantina.

"Daging kerbau, tulang sapi, dan babat sapi yang tidak dilengkapi sertifikat sanitasi dari negara asal ini diketahui berasal dr India yang dipasarkan di Malaysia. Sementara berdasarkan data Organisasi Kesehatan Hewan (OIE/Office International des Epizooties) negara India sebagai produsen daging yang sampai saat ini beberapa zona di negara tersebut, belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK)," ujar Banun, Senin (9/1) di Jakarta.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) merupakan golongan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) golongan 1 yang pemasukkannya dilarang masuk ke Indonesia. Status negara Malaysia dan India yang masih belum bebas penyakit PMK menjadi perhatian khusus, sehingga Stasiun Karantina Pertanian Entikong menindak tegas tanpa toleransi dengan melakukan tindakan karantina pemusnahan terhadap pemasukan komoditas ini secara ilegal melalui perbatasan negara.

Tidak berbeda dengan media pembawa HPHK, media pembawa Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), bawang merah, bibit lada dan kelapa asal Malaysia juga tidak dilengkapi Phytosanitary Certificate dan surat izin pemasukan dari Kementerian Pertanian.

"Khusus untuk bawang merah, Entikong bukanlah tempat masuk yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Pertanian. Ini melanggar Undang-undang No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Pasal 5 huruf a dan c," tambahnya.

Banun mengatakan pemusnahan dilaksanakan di halaman kantor Karantina Pertanian Entikong dengan cara dibakar menggunakan incenerator. Tindakan pemusnahan disaksikan Wakil ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron dan stakeholder terkait,  seperti Bea Cukai dan Kepolisian.

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: [email protected] phone: 0822 1003 2420
Editor :