09 January 2017 16:20 WIB
Editor : Singgih B Setiawan

Demo Kenaikan BBM, Mahasiswa Solo Tuntut Jokowi Turun

Demo Kenaikan BBM, Mahasiswa Solo Tuntut Jokowi Turun

ratusan mahasiswa di Solo aksi demo tuntut pemerintah batalkan kenaikan harga BBM, listrik, dan penerbitan STNK/BPKB

 SOLO (SK)- Mahasiswa se-Solo raya menggelar aksi menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif dasar listrik, serta penerbitan STNK/BPKB, Senin (9/1).

Aksi yang semula berlangsung damai di Bundaran Gladak, menjadi ricuh saat massa mulai membakar ban dan menutup paksa pintu gerbang Balai Kota Solo, yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian saat mahasiswa mulai membakar ban. Aparat polisi dengan sigap berusaha memadamkan api tapi dicegah para pengunjuk rasa.

Hingga aksi dorong-dorongan terjadi. Keributan kembali terjadi saat mahasiswa yang berasal dari beerape universitas di Kota Solo dan sekitarnya itu, memaksa menutup pintu gerbang balaikota.

Aksi dorong-dorongan baru berhenti saat Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Lutfhi, yang terjun langsung mengamankan aksi itu meminta anak buahnya untuk mundur dan membiarkan gerbang balaikota ditutup. Sementara itu, dalam orasinya mahasiswa menuntut pemerintah mencabut kenaikan harga BBM, listrik, serta penerbitan STNK/BPKB.

Mereka juga menyebut Presiden Joko Widodo telah gagal. "BBM naik, listrik naik, harga-harga naik. Jadi harus ada yang turun, kembalikan Jokowi ke Solo. Persiden Jokowi telah gagal," ujar salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Mereka juga membawa beberapa spanduk yang diantaranya bertuliskan 'Mahasiswa Bergerak Menolak Tunduk , Bangkit Melawan!', ' Pemerintah Dibutakan Kekuasaan, Rakyat Kecil Tak Dihiraukan', serta 'Derita Sudah Naik Seleher'. Koordinator aksi, Kikay Okta, mengatakan pemerintah harus membatalkan mencabut kenaikan harga BBM non subsidi yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

"Kami juga menuntut pemerintahan seperti Polri, Kemenkeu, dan instansi pemerintah terkait untuk tidak lempar tangan atas kebijakan yang diambil," katanya. Aksi yang diikuti sekitar 300-an mahasiswa tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari ratusan aparat polisi serta Satpol PP. Demo menuntut dicabutnya kebijakan menaikkan harga BBM, tarif dasar listrik, dan penerbitan STNK/BPKB itu berhenti setelah mereka selesai membacakan tuntutannya.