08 January 2017 21:44 WIB
Editor : Bayu Legianto

Cawagub Djarot Janji Tak Gusur Kampung Jelambar Timur

Cawagub Djarot Janji Tak Gusur Kampung Jelambar Timur

JAKARTA (SK) - Keresahan warga RT 013/ RW 09 Jelambar Timur, Grogol Petamburan Jakarta Barat seketika terobati. Sebab Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berjanji tidak akan menggusur permukiman di dekat kali Banjir Kanal Barat (BKB) itu.

Janji itu disampaikan Djarot saat blusukan pertamanya pasca ibadah umrah, Jumat (6/1). “Sing arep gusur permukiman warga ini yo sopo? (yang mau gusur permukiman warga siapa). Isu itu tidak bertannggungjawab. Kita hanya menggusur warga yang tinggal di kolong tol, kolong jembatan karena tempat tinggal mereka tidak manusiawi ya kita pindahkan ke rumah susun (rusun),” ujar Djarot yang disambut tepuk tangan puluhan warga, Minggu (8/1).

Menurutnya, bersama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam tiga tahun terakhir hanya menggusur rumah warga di bantaran kali, kolong jembatan, kolong tol. “Saya tegaskan, Jakarta sebagai Ibu Kota Negara harus tertib, termasuk tertib hunian. Jadi kita hanya menggusur rumah warga yang tidak layak, dan dipindahkan ke rusun yang lebih sehat, indah, nyaman,” katanya.

Lukman Hakim (47) warga RT 013/RW 09 Jelambar Timur, sudah lama beredar isu, bahwa jika pasangan nomor urut dua menang, maka permukiman itu akan digusur. Akibatnya warga resah. “Sudah lama kami resah, karena ada isu mau digusur,” kata Lukman.

Sementara itu, Djarot mengaku puas melihat kondisi Kali Mookervart saat blusukan ke Jelambar Timur. Kondisi tersebut tak lepas dari kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.

Dia mengapresiasi kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan. Menurutnya ini adalah bukti nyata kalau program Pemda DKI untuk menjadikan Jakarta bersih bisa diterima warganya.

Lebih lanjut Cawagub nomor urut dua ini meyakini bahwa banjir di wilayah tersebut telah dapat diminimalisir. Meski diakuinya banjir belumlah tuntas tertangani. Karena banjir setidaknya sudah lebih cepat surut dan tidak setinggi sebelumnya.

Hal tersebut diamini oleh Yustini, warga yang mengaku dampak banjir sudah cukup berkurang di wilayahnya. Ini dikatakan ibu dua anak tersebut tidak lepas dari rajinnya Pemprov DKI melakukan pengerukan Kali Mookervart.

"Alhamdulillah banjirnya udah rada berkurang," ucap Yustini. Seperti diketahui penanganan banjir menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI dalam lima tahun terakhir.

Data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat memasuki Juni 2016, titik genangan di Jakarta tercatat berjumlah 185 lokasi. Angka itu menurun dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 486 lokasi. Bahkan pada Juli jumlahnya terus menurun hingga tersisa 80 titik.