22 November 2016 16:13 WIB
Editor : skjuara

Prajurit TNI/Polri dan Masyarakat Kompak Gelar Doa Bersama

SURABAYA (SK) - Ribuan prajurit TNI, Polri dan warga Jawa Timur mengikuti doa bersama di Markas Kodam V Brawijaya, Selasa (22/11). Kegiatan untuk keselamatan, kedamaian dan keamanan bangsa dan NKRI itu diikuti oleh mereka yang berasal dari berbagai latar belakang agama yang ditempatkan di lokasi terpisah. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana mengatakan jajaran TNI dan Polri yang merupakan cerminan kekuatan bersenjata tetap akan selalu bersinergi dengan masyarakat dalam rangka menjaga kebhinekaan. "Bangsa kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, kami ingin proses demokrasi itu bisa agar berlangsung dengan aman, tertib dalam Kebhinekaan," kata I Made Sukadana di Surabaya, Selasa (22/11). Dia mengungkapkan, pihaknya memberi kesempatan kepada semua pihak untuk mengikuti kegiatan serupa. Lapangan Kodam misalnya, digunakan untuk tempat doa bersama bagi kaum muslim yang dipimpin oleh Ketua MUI Jatim, KH Abdus Somad Buqhori. Sementara, umat Kristiani disediakan tempat di Balai Prajurit untuk doa bersama. Bagi umat Hindu, doa bersama untuk tujuan serupa digelar di Aula Makodam. Dalam kesempatan itu, Pangdam berharap agar aksi unjuk rasa jilid dua yang akan digelar, tidak sampai mengarah pada perpecahan bangsa. Pihaknya juga berharap agar unjuk rasa dilakukan secara damai dan tidak sampai memicu kerusuhan. Menurutnya, unjuk rasa memang tidak dilarang, karena setiap warga negara berhak untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi aspirasi itu, sebaiknya dilakukan melalui perwakilan dan tidak secara berbondong-bondong. Pihaknya juga meminta semua elemen bangsa untuk ikut menjaga ketertiban dan tidak terpengaruh oleh penetapan hukum terkait kasus penistaan agama yang melibatkan Cagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pangdam meminta masyarakat untuk meninggalkan kebencian dan tidak menebar kebencian terhadap salah satu etnis. Terkait rencana aksi unjukrasa pada 25 November mendatang, pihaknya meminta seluruh masyarakat dan elemen lainnya untuk berfikir cerdas. Mereka diminta untuk tidak sampai terpancing oleh ajakan-ajakan merugikan yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI. (hiu)